Sabtu, 10 Oktober 2009

Legend of Lineage II - Episode 16

Episode 16 : End of a Golden Era
Masa keemasan kerajaan Elmoreden tiba di masa pemerintahan Kaisar Baium, tepat seribu tahun setelah lahirnya kerajaan ini. Dengan kharisma dan kepemimpinan yang handal, Baium membuat pasukan terkuat di kerajaan ini. Pasukan ini mampu mengalahkan Orc, dan mengusir mereka ke dalam hutan yang gelap - dikenal sebagai kerajaan Orc nantinya. Baium juga berulang kali menyerang Perios, ia mampu menguasai bagian selatan dari Gracia.

Belakangan, Baium mengurungkan niat untuk penaklukan wilayah, ia mulai menggunakan kekuatan pasukannya untuk memulai pembangunan menara yang tinggi menjulang ke langit.

"Namaku ditakuti di penjuru benua. Puluhan ribu nyawa dapat hilang atau terselamatkan oleh tanganku. Kekuatanku mutlak. Tetapi aku hanya mampu berbuat ini untuk sementara, aku tidak menerimanya. Tidak! -- Aku harus mendapatkan kehidupan abadi dari para dewa dan menguasai kerajaanku selamanya!"

Desain menara Baium membutuhkan 30 tahun untuk pembangunan. Ia ingin menggunakan menara itu untuk mencapai tempat tinggal para dewa dan mendapatkan rahasia hidup abadi. Pada saat ia menaiki menara itu, para dewa menolaknya dan berkata.

"Anak dari manusia yang rendah. Beraninya kamu mengotori rumah kami untuk keinginan akan kehidupan abadi? Apakah kamu tidak belajar dari para raksasa? Baik, kami akan memberikan yang kamu inginkan. Tetapi kamu tidak boleh meninggalkan menara ini."

Amarah para dewa telah tertumpah atas dirinya, Baium terperangkap untuk selamanya di atas menara itu. Karena hilangnya kaisar, perebutan kekuasaan pun terjadi di antara keturunan Baium. Begitu banyak keluarga kerajaan ataupun bangsawan yang berperang. Sebagian dari mereka meninggalkan kerajaan ini. Biaya pembuatan menara telah cukup melemahkan ekonomi kerajaan ini, dengan pecahnya konflik terus menerus, kondisi kerajaan Elmoreden semakin merosot. Kerajaan Elmoreden yang menguasai daratan untuk seribu tahun lamanya jatuh dengan cepat. Dalam waktu 20 tahun, masih terjadi pertempuran berdarah di kerajaan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar