Sabtu, 10 Oktober 2009

Legend of Lineage II - Episode 1

Episode 1 : Genesis

Kisah yang akan kuceritakan ini adalah kisah tentang para dewa. Dengarkan baik-baik karena ini adalah kisah sesungguhnya...

Dahulu kala, hanya ada sebuah dunia, dimana semua ciptaan berada. Tidak ada yang dapat dibandingkan dengannya. Dunia itu besar dan kecil, dipenuhi gelap dan terang, terisi dengan semua hal dan kehampaan.

Berjuta-juta tahun kemudian, dunia telah berkembang, muncullah 2 kekuatan terbentuk di dalamnya. Kedua kekuatan itu memiliki tingkat kesadaran dan ego, terpisah atas cahaya terang dan kegelapan. Dari cahaya terang, terbentuklah seorang perempuan bernama Einhasad. Lalu, dari kegelapan terbentuklah pria, dan menamakan dirinya Gran Kain. Mereka berdua adalah awal dari seluruh alam semesta, itu yang kita ketahui hingga sekarang.

Einhasad dan Gran Kain menggabungkan kekuatan mereka untuk keluar dari dunia. Karena hal ini, dunia menjadi hancur berkeping-keping. Kepingan dunia ada yang jatuh menjadi 'tanah', ada kepingan lain yang dapat melayang dan menjadi 'langit'. Di antara tanah dan langit, ada kepingan yang menjadi 'air', dan sebagian menjadi 'daratan'.

Jiwa dunia yang bernama Ether juga ikut terpecah karena hancurnya dunia itu. Kepingannya membentuka beragam tumbuhan, hewan serta makhluk hidup. "Makhluk Hidup Awal" terbentuk oleh karenanya, raksasa menjadi yang terbaik. Mereka disebut sebagai makhluk bijak, karena kepandaiannya yang menyamai kekuatan tubuhnya. Para raksasa menyatakan loyal kepada Einhasad dan Gran Kain, karena merekalah para raksasa lahir. Einhasad dan Gran Kain puas, mereka dinyatakan sebagai penguasa seluruh makhluk hidup. Hal ini terjadi sebelum kematian dan surga tercipta.

Einhasad dan Gran Kain melahirkan banyak anak-anak yang menjadi dewa nantinya. 5 anak yang dilahirkan pertama dibekali kekuasaan untuk mengatur dunia. Putri tertua, Shilen, menguasai air. Putra pertamanya Paagrio menguasai api. Putri kedua, Maphr mengatur daratan, putra kedua, Sayha menjadi penguasa angin. Putri terkecil mereka, Eva, menciptakan syair dan musik. Sementara para dewa sibuk mengatur tanggung jawabnya, Eva menyemangati mereka dengan syair dan musiknya. Zaman ini disebut zaman para dewa, tidak ada tempat di dunia ini yang tidak diketahui oleh mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar