Sabtu, 10 Oktober 2009

Legend of Lineage II - Episode 8

Episode 8 : The Aftermath
Dunia jatuh ke dalam kekacauan karena lenyapnya para raksasa. Setelah terbiasa oleh kebiasaan para raksasa, para Elf, Orc, Dwarf dan manusia dihadapkan pada kenyataan baru, mereka harus bertahan hidup sendiri. Ketakutan muncul karena perubahan ini. Banyak dari mereka yang meninggal karena amarah Einhasad, banyak juga yang meninggal dalam kebingungan dan kekacauan. Mereka berharap banyak pada para dewa untuk keselamatannya, tetapi para dewa tidak menjawab permohonan itu.

Para Elf mencoba mengontrol keadaan, karena mereka bertanggung jawab atas politik di pemerintahan para raksasa. Di masa itu, mereka sukses mempersatukan ras-ras yang ada. Tetapi saat ini, terlihatlah para Elf tidak memiliki kemampuan yang sama seperti para raksasa. Para Orc menjadi yang pertama menentang mereka.

Para Elf tidaklah lebih kuat dari kita! Mereka tidak berhak memerintah kita! Kita tidak akan membiarkan yang lebih lemah untuk memerintah kita!

Kekuatan militer para Orc memang kuat, para Elf yang terbiasa hidup dalam damai bukanlah tandingan untuk para Orc yang tak kenal rasa takut. Para Elf terpojok oleh kekuatan mereka, wilayah-wilayah jatuh ke tangan Orc. Para Elf mencari bantuan dari para Dwarf, yang terkenal akan kekayaan dan persenjataan kuatnya.

Ras dari daratan ini, para Elf itu berteriak, Bersatulah dengan kami. Para Orc telah memperlakukan kami dengan sewenang-wenang. Marilah kita lawan mereka bersama-sama.

Tetapi para Dwarf menolak mereka dengan dingin. Menurut mereka, dunia telah beralih untuk Orc. Tidak ada alasan tepat untuk berpihak pada yang lemah. Kaum Elf marah, tetapi mereka tidak dapat berbuat lebih jauh lagi.

Mereka lalu memutuskan untuk mencari bantuan dari kuasa angin, kaum Arteias. Kemampuan terbang mereka dan serangan dari udara akan membantu mereka memenangkan pertempuran dari Orc. Seorang utusan Elf pergi ke ujung dunia ini untuk meminta bantuan dari Arteias.

Penguasa angin, bergabunglah dengan kami! Kaum barbar telah menyerang daratan ini dengan kekuatan mereka. Mari bersatu dan kita hancurkan kebodohan!

Tetapi, seperti biasanya, Arteias tidak tertarik dengan politik dan peperangan di bumi. Mereka memilih untuk bersikap netral dan berada jauh dari daratan. Para Elf dilanda keputus-asaan.

Sial, tidak ada yang membantu kita! Apakah ini akhir dari para Elf? Apakah para Orc yang kejam dan culas itu akan mengambil setiap jengkal dari daratan ini menjadi milik mereka?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar