Sabtu, 10 Oktober 2009

Legend of Lineage II - Episode 19

Episode 19 : The Rise of Two Kingdoms
Perang berlanjut hingga generasi selanjutnya. Gracia menjadi yang pertama dalam menyatukan berbagai kerajaan itu. Seorang bernama Paris, dengan kekuatan dan keahliannya dalam perang membawa kejayaan untuknya. Ia memenangkan pertempuran, daratan yang dikuasainya dinamakan Beheim.

Paris menjadi legenda saat ia dan pasukannya melawan pasukan dataran tinggi dari Quaser. Dalam suatu perkelahian melawan Tor, prajurit terkuat Quaser, Paris membuat lawannya terluka fatal. Ia berkata kepada Paris, "Apakah kamu betul-betul manusia? Kekuatan dan kecepatan yang luar biasa!"

Berdiri di hadapan lawannya, Paris melihat ke medan pertempuran dan berkata Aku begitu ingin menyatukan daratan ini... Ksatria pemberani dari utara, berjanjilah setia padaku, kita akan dapat menguasai semuanya nanti."

Paris kemudian memimpin White Hawk Knights, Wind Knights dan prajurit dataran tinggi untuk menguasai daratan Gracia. Daratan Beheim bertambah luas menjadi 5 kali lipat dari batas asalnya. Paris membangun kekuatan untuk melawan kerajaan pusat dan naik tahta.

Sementara itu, daratan selatan juga bergejolak karena adanya berita mengenai keadaan Gracia dan Elmore. Seorang pemimpin berkharisma muncul, bernama Raoul. Ia memimpin pasukannya sendiri. Raoul mengalahkan lawannya bukan dengan senjata, melainkan perkataan. Biasanya, ia akan berbicara seperti ini:

"Wahai penguasa! Apakah kamu tidak melihat apa yang terjadi di luar perbatasan. Musuh yang kuat sedang menuju kemari! Kerajaan Elmore telah lama mencari kemakmuran tanah ini, mereka sedang menunggu waktu tepat untuk menyerang. Jika Gracia juga ikut berperang, kita akan terbantai! Tidak ada pilihan lain selain bergabung bersama pasukan kami di bawah satu bendera dan berperang bersama."

Raoul menggunakan pendekatan persuasif untuk menyatukan daratan. Tetapi sepertinya, ancaman dari kerajaan Elmore tidaklah terlalu serius, mereka terlalu sibuk berperang melawan para Orc.

Raoul menggabungkan pasukannya dengan aliansinya, Innadril. Bersama-sama mereka mendirikan kerajaan Aden. Berbeda dengan Paris, Raoul melewati peperangan tanpa darah, dengan cepat ia mendapatkan wilayah barat, seperti Giran dan Dion.

Rintangan pertama mereka ditemui di Oren. Mereka mengklaim dirinya adalah penguasa daerah selatan, dan tidak menerima pemimpin selain pemimpin mereka sendiri. Dua kerajaan ini berperang, akhirnya kerajaan Aden muncul sebagai pemenang. Kerajaan Gludio yang menyaksikan kehebatan Aden, dengan sukarela menawarkan bantuannya untuk menjadi aliansi. Unifikasi yang dilakukan kerajaan Aden sukses. Raoul disebut sebagai Raja Aliansi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar