Sabtu, 10 Oktober 2009

Legend of Lineage II - Episode 9

Episode 9 : A New Alliance
Ditolak mentah-mentah oleh Dwarf dan Arteias, para Elf tidak memiliki aliansi untuk melawan Orc. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh seorang asing diantara mereka. Orang asing itu berlutut di depan pimpinan Elf. Ia terkejut, menyadari orang asing itu adalah utusan dari kaum Human, atau yang biasa disebut manusia. Orang asing itu mengenakan mahkota dari ranting pepohonan.

"Apa maksud kamu, pimpinan manusia, kaum yang rendah?" pimpinan Elf itu bertanya. "Apakah kamu memperolok keadaan genting ini?"

Ia menundukkan kepalanya dan berkata, "Tidak, raja yang bijak. Kami datang untuk menawarkan pasukan kami, meskipun lemah, mungkin bisa memberikan sedikit bantuan."

Para Elf bersuka cita, meskipun manusia bodoh dan lemah, tetapi jumlah mereka yang banyak dapat membantu peperangan ini.

"Tindakan yang terpuji, wahai manusia," pimpinan Elf menyetujuinya. "Meskipun kaum kalian tidak terhormat, tetapi kami menghargai kesetiaan dan kerelaan untuk berkorban kalian. Persiapkan diri kalian, dan menangkan pertempuran ini, maka kalian akan dapat bersanding dengan kaum Elf."

Pimpinan manusia membungkuk, lalu ia menengadah dan berkata kepada pimpinan Elf. "Raja para Elf yang terhormat,", ia melanjutkan kata-katanya, "Kami, para manusia ingin meminta suatu hal. Kekuatan kami terlalu lemah, bahkan gigi kami tidak dapat menggores kulit para Orc. Tangan kami bukanlah lawan otot para Orc. Kami mohon, ajarilah kami kekuatan untuk melawan mereka dengan ilmu magis yang kalian miliki."

Permintaan ini membuat para Elf terkejut dan marah. Mengajari magis kepada manusia? Tak akan pernah! Mereka segera merapal ilmu magisnya, bersiap untuk memusnahkan utusan manusia. Tetapi Veora, salah satu pimpinan Elf mencegahnya. Ia merasa permintaan itu bukanlah suatu ancaman. Manusia terlalu lemah, mereka tak akan bisa mengalahkan Orc tanpa bantuan Elf. Dan kemampuan berpikir mereka bukanlah ancaman bagi para Elf, sekalipun mereka mempelajari ilmu magis. Veora menjamin hal ini dengan nyawanya sendiri.

Manusia dengan cepat mempelajari ilmu magis itu, belajar lebih cepat dari perkiraan para Elf. Meskipun tubuh manusia tidak sekuat Orc, tetapi mereka terbiasa dengan pekerjaan fisik. Mereka terampil menggunakan tangannya, bahkan mereka mampu menggunakan senjata dengan semestinya. Jumlah mereka juga banyak. Singkat waktu, pasukan manusia menjelma menjadi pasukan yang dahsyat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar