Sabtu, 10 Oktober 2009

Legend of Lineage II - Episode 2

Episode 2 : Creation of Races

Einhasad adalah dewi pencipta, ciptaan dihasilkan dari bagian jiwanya. Anak-anaknya menggunakan kekuatan mereka untuk memberikan hidup kepada ciptaan itu.

Shilen memberikan perlindungan roh air kepada ciptaan pertama ibunya. Ini adalah asal mula dari terciptanya Elf.

Paagrio memberikan roh api untuk ciptaan kedua. Dan lahirlah Orc.

Maphr memasukkan roh dari bumi untuk bentuk ciptaan ketiga. Dwarf terbentuk dari ciptaan ketiga.

Sayha memberikan roh angin untuk ciptaan keempat ibunya. Ciptaan itu disebut sebagai Arteias.

Gran Kain adalah dewa penghancur. Saat ia melihat karya Einhasad, ia menjadi curiga dan cemburu. Ia lalu meniru Einhasad dan membuat ciptaan berdasarkan dirinya sendiri. Lalu ia menemui Shilen, putri tertuanya dan memintanya untuk memberikan perlindung roh air pada karyanya. Shilen terkejut dan berkata "Ayah, kenapa kamu melakukan ini? Einhasad, ibuku yang bertanggung jawab atas penciptaan. Jangan samakan tugasnya dengan tugasmu. Makhluk yang menerima hidup dari dewa penghancur hanya akan membawa bencana saja.

Gran Kain tidak menyerah, setelah berdebat dan membujuk terus menerus, akhirnya Shilen mengiyakan permintaan ayahnya.

Baiklah, tetapi aku sudah memberikan sebagian roh air kepada Ibu. Jadi yang dapat aku berikan padamu hanyalah sisanya. Shilen memberikan roh air tergenang dan busuk kepadanya. Gran Kain menerimanya dengan senang hati.

Tetapi, Gran Kain tidak merasa puas. Dia pergi menemui Paagrio, putra tertuanya. Paagrio juga memperingatkan ayahnya. Tetapi ia tidak dapat menolak permintaan ayahnya. Jadi ia berikan roh api yang sudah hampir padam pada Gran Kain.

Maphr menangis dan memohon untuk tidak memberikan roh bumi, tetapi Gran Kain bersikeras. Diberikannya roh bumi yang telah terkontaminasi untuk ayahnya. Sayha, memberikan roh angin yang liar dan ganas.

Gran Kain mengambil semuanya, dengan puas ia berteriak "Lihat makhluk yang akan aku ciptakan! Lihatlah mereka yang terlahirkan oleh roh air, api, bumi dan angin. Mereka akan lebih kuat daripada raksasa, mereka akan menguasai dunia ini!

Gran Kain berteriak dengan penuh kebanggaan ke seluruh dunia dan memberikan roh gabungan itu kepada makhluk ciptaannya. Tetapi, hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Makhluk itu begitu lemah, bodoh, licik dan pengecut. Semua dewa memandang rendah makhluk ciptaan Gran Kain. Dipenuhi rasa malu, Gran Kain meninggalkan makhluk itu dan bersembunyi untuk sementara waktu. Makhluk itu disebut sebagai manusia.

Bangsa Elf adalah bangsa yang bijak dan pintar, mereka mempelajari ilmu magis. Mereka tidaklah sebijak para raksasa. Meskipun demikian, para raksasa menjadikan Elf sebagai ahli politik dan ahli magis dalam melayani mereka.

Bangsa Orc sangatlah kuat. Mereka memiliki kekuatan yang tak pernah padam dan keinginan yang kuat. Meskipun mereka tidak sekuat para raksasa. Tetapi, mereka membantu raksasa dalam hal pertempuran.

Bangsa Dwarf sangatlah terampil. Mereka adalah ahli mesin yang handal, dibekali dengan keahlian matematis, mereka juga menonjol bila membuat ataupun menciptakan sesuatu. Para raksasa mengijinkan mereka untuk menjadi banker dan menjadi penemu.

Bangsa Arteias menyukai kebebasan dan memiliki rasa ingin tahu yang amat tinggi. Para raksasa ingin menangkap dan memasukannya ke dalam sangkar. Sayang, bangsa Arteias bila dimasukkan ke dalam sangkar akan segera kehilangan kekuatannya dan mati. Jadi para raksasa tetap membiarkan mereka terbang. Mereka biasanya mengunjungi para raksasa untuk membawa berita.

Manusia tidak dapat melakukan apapun dengan benar, mereka adalah budak para raksasa, melakukan semua pekerjaan yang melelahkan. Hidup mereka tidaklah lebih baik dari para binatang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar