Sabtu, 10 Oktober 2009

Legend of Lineage II - Episode 6

Episode 6 : The End of Ages
Lidah api yang menyala hebat mengoyak langit segera menyadarkan para raksasa bahwa mereka telah melakukan kesalahan fatal. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mengalihkan kekuatan kemarahan Einhasad yang dikirimkan melalui Hammer of Despair. Tetapi mereka tidak mampu berbuat banyak, meskipun arahnya berubah sedikit, tetapi kekuatan itu tetap menghujam kota mereka.

Kekuatan itu cukup untuk menghancurkan kota terbesar di dunia; tidak terhitung raksasa dan makhluk lainnya yang langsung tewas karenanya. Lubang besar terlihat begitu jelasnya di daratan. Hampir seluruh raksasa itu musnah dalam sekejap.

Para raksasa yang berhasil menyelamatkan diri segera pergi ke timur untuk menghindari kemarahan Einhasad. Rute yang diambil serupa dengan rute Shilen. Einhasad memburu mereka dan membunuh para raksasa itu satu persatu dengan kilatan petirnya. Raksasa yang tersisa berdoa kepada Gran Kain dengan gemetar.

Gran Kain, Gran Kain! Kami telah menyadari kesalahan kami. Jangan musnahkan kami, kami lahir dari tempat yang sama denganmu, kami adalah makhluk paling bijak dan kuat di daratan ini!

Gran Kain merasa iba akan para raksasa itu dan merasa mereka sudah mendapatkan ganjarannya. Ia menggunakan air dari samudra selatan untuk menghalangi jalan Einhasad.

Einhasad berteriak dengan penuh amarah, 'Apa ini?! Siapa yang berani menghalangiku?! Eva, putri tercintaku, singkirkan air ini sekarang juga, atau kamu akan mengalami nasib yang sama dengan kakak tertuamu!

Eva ketakutan, ia segera menyingkirkan air itu. Einhasad melanjutkan pengejaran itu dan membunuh para raksasa. Mereka berteriak lagi kepada Gran Kain.

Gran Kain! Yang terkuat dari para dewa! Einhasad terus mengejar kami, ia ingin memusnahkan kami! Tolong ampuni dan selamatkanlah kami!

Gran Kain mengangkat dataran dimana para raksasa itu berpijak. Tebing curam itu menghalangi Einhasad. Kembali Einhasad berteriak lantang.

Maphr, putriku! Siapa yang menggangguku?! Singkirkan ini, atau kamu akan mengalami nasib yang sama dengan kakakmu!

Dengan ketakutan, Maphr berusaha untuk menurunkan daratan itu, tetapi Gran Kain menghentikannya.

Einhasad, kenapa kamu tidak berhenti? Seluruh daratan tahu akan kemarahanmu dan gemetar karena murkamu. Para raksasa yang bijak namun bodoh ini juga mengetahui kesalahannya. Lihatlah sendiri, para raksasa yang dulunya adalah penguasa dunia ini, sekarang bersembunyi di celah sempit, gemetar dalam ketakutan yang amat sangat. Mereka tidak akan mampu menentang para dewa. Tempat ini akan menjadi penjara abadi bagi mereka. Tenangkan dirimu, pembalasan sudah selesai.

Einhasad tetap murka, tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa karena Gran Kain memiliki kekuatan yang sama dengannya. Ia menyetujui saran Gran Kain, untuk membiarkan para raksasa yang tersisa di celah sempit selamanya, meratapi dosa mereka, daripada membunuhnya. Ia menghentikan perburuan itu.

Einhasad merasa kecewa akan dunia ini, karena itu ia tidak pernah mencampuri urusan dunia kembali. Begitu pula dengan Gran Kain. Zaman para dewa telah berakhir.

Sumber : http://www.lineage2.co.id/legenda-episode-6

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar